Â
Rabu, 8 Oktober 2025, untuk ketiga kalinya Bupati melaksanakan roadshow ruang aspirasi Bupati di kecamatan dengan didampingi forkompimda dan jajarannya, beserta para kepala perngkat daerah. Kesempatan ini Kecamatan Ngluwar yang kejatuhan sampur. Â
Bupati Magelang Grengseng
Pamuji dalam sambutannya menyampaikan penyelenggaraan kegiatan Ruang Aspirasi ini
merupakan bentuk komitmen nyata Pemerintah Kabupaten Magelang untuk terus
mendekatkan diri dengan masyarakat. "Kemarin telah kita awali pelaksanaan
kegiatan seperti ini di Kecamatan Borobudur dan Candimulyo, dan hari ini kita
hadir di Kecamatan Ngluwar dengan satu tujuan utama, yaitu mendengar,"
ujar Grengseng.Â
Ia menegaskan bahwa pemerintah
daerah ingin mendengar secara langsung apa yang menjadi harapan, kendala,
maupun ide dan usulan dari masyarakat untuk kemajuan Kecamatan Ngluwar
khususnya, dan Kabupaten Magelang pada umumnya.
"Pembangunan yang berhasil
adalah pembangunan yang berangkat dari kebutuhan riil masyarakat. Aspirasi yang
bapak/ibu sampaikan hari ini akan menjadi masukan berharga yang akan kami
cermati, kami bahas bersama perangkat daerah terkait, dan kami upayakan untuk
ditindaklanjuti sesuai dengan kewenangan, prioritas, dan kemampuan anggaran
daerah," lanjutnya.Â
Grengseng meminta seluruh
kepala perangkat daerah yang hadir untuk mencatat setiap aspirasi yang
disampaikan masyarakat. Menurutnya, pembangunan yang berhasil harus berangkat
dari kebutuhan riil masyarakat. Karena itu, setiap aspirasi yang disampaikan
akan menjadi bahan evaluasi dan pembahasan bersama perangkat daerah terkait.
Visi, misi, dan program prioritas tidak akan tercapai tanpa sinergi dan
kolaborasi antara pemerintah dengan seluruh komponen masyarakat.Â
"Melalui
forum seperti ini, kami berharap Ngluwar dapat menjadi contoh bagaimana
kolaborasi lintas level pemerintahan bisa mempercepat pembangunan dan
meningkatkan kesejahteraan masyarakat," harapnya.
Camat
Ngluwar, Moch Fauzi Yanuar dalam sambutannya menyampaikan sangat mendukung atas
penyelenggaraan kegiatan ruang aspirasi di wilayahnya. Menurut beliau, forum
ini menjadi langkah nyata menuju birokrasi yang lebih responsif dan solutif. "Kami
yakin kegiatan ini akan memperkuat komunikasi dua arah antara pemerintah dan
masyarakat. Aspirasi yang tersampaikan akan menjadi dasar perumusan kebijakan
yang lebih tepat sasaran," ujarnya.
Beliau
menjelaskan bahwa Kecamatan Ngluwar terdiri dari delapan desa yang memiliki
potensi besar di sektor pertanian, UMKM, dan pengembangan sumber daya manusia.
Namun demikian, sejumlah tantangan masih harus dihadapi bersama.
Beberapa
isu utama yang disoroti adalah keterbatasan modal dan akses pasar bagi pelaku
UMKM, peningkatan keterampilan masyarakat, serta permasalahan infrastruktur
akibat pembangunan jalan tol. Selain itu, pengelolaan sampah juga menjadi
perhatian karena belum semua dusun memiliki bank sampah. "Meskipun angka
stunting di Ngluwar telah menurun menjadi delapan persen lebih rendah dari
target nasional 14 persen kami tetap perlu memperluas jaminan kesehatan dan
sosial bagi masyarakat," jelasnya.
Dalam sesi
tanya jawab, warga diberikan kesempatan menyampaikan langsung berbagai
aspirasi. Salah satunya, Kamto dari Desa Bligo, menanyakan perihal kondisi
Jembatan Blaburan yang ambrol dan memerlukan pelebaran.
Menanggapi hal itu, bupati
menjelaskan jembatan tersebut berada dalam kewenangan Pemerintah Daerah
Istimewa Yogyakarta (DIY), namun akan segera ditindaklanjuti.Â
"Pemerintah Kabupaten
Magelang tidak bisa memperbaikinya secara langsung, namun kami akan segera
berkoordinasi dan mengirimkan surat resmi kepada Pemerintah DIY agar segera
ditindaklanjuti," jelasnya.
Sementara itu, Mahsun dari Desa
Blongkeng menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan akan SMP Negeri di Kecamatan
Ngluwar, mengingat banyak anak yang belum terakomodasi oleh sistem zonasi
sekolah negeri.
Menanggapi hal tersebut, bupati
diwakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang Slamet Ahmad
Husein mengatakan pendirian sekolah baru membutuhkan kajian mendalam.
Pemerintah saat ini sedang mengoptimalkan fungsi SMP Negeri 2 Salam dan SMP
Negeri 3 Salam untuk melayani wilayah Ngluwar.
"Kami
memahami keinginan masyarakat, namun perlu menjaga keseimbangan antara sekolah
negeri dan swasta. Kami akan tetap mengusahakan agar anak-anak di Desa
Blongkeng dan sekitarnya akan ter-cover SMP Negeri yang ada di Ngluwar,"
kata Husein.
Grengseng
menambahkan, terkait zonasi di Desa Blongkeng, pemerintah akan melakukan
koordinasi lebih lanjut bersama pihak kecamatan untuk memastikan anak-anak
tetap mendapatkan akses pendidikan yang adil.
"Kami
akan berupaya agar azas keadilan dan pemerataan pendidikan terlaksana dengan
baik. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kabupaten Magelang,"
tandasnya.
Melalui
pelaksanaan Ruang Aspirasi di Kecamatan Ngluwar, Pemerintah Kabupaten Magelang
menunjukkan proses pembangunan tidak hanya berbasis program, tetapi juga suara
rakyat. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah hadir bukan sekadar
untuk memimpin dari atas, melainkan untuk mendengar dari bawah, menyerap
kebutuhan, menampung gagasan, dan mencari solusi bersama.