Kembali

Penguatan Ideologi Pancasila


Kamis, 14 Mei 2026 pukul 10.40 s.d 12.00 wib di Sahabat Resto, Jl, Blabak Boyolali km, No, RT.16/RW.16, 16, Ketep, Kec. Sawangan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah berlangsung Penguatan Ideologi Pancasila yang diselenggarakan oleh BaKesbangpol Kabupaten Bantul, kegiatan diikuti sekitar 40 Orang, antara lain:   Yulius Suharta, S.Sos., M.Si (Plt Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bantul);  Labbaika Nugroho, S.STP., M.M ( Kepala BaKesbangpol Kabupaten Magelang);  Muhammad David, S.Pt. ( Anggota DPRD Kabupaten Bantul Fraksi PKS );  Arum Bidayati,SIP.M.PA ( Kabid Wawasan Kebangsaan BaKesbangpol Kabupaten  Bantul); Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PERCASI) Kabupaten Bantul.

 Yulius Suharta, S.Sos., M.Si (Plt Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bantul), menyampaikan bahwa Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bantul mengemban amanah besar dari Bupati Bantul untuk terus menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat demi terciptanya situasi wilayah yang aman, damai, dan kondusif di tengah kehidupan masyarakat Kabupaten Bantul yang beragam. Sebagai bagian dari upaya menjaga keutuhan bangsa, BaKesbangpol Kabupaten Bantul mendukung sepenuhnya persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Karena menjaga kondusivitas wilayah bukan hanya tugas pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.  Pemahaman terhadap 4 Pilar Kebangsaan menjadi pondasi penting dalam memperkuat semangat kebangsaan, toleransi, dan rasa persaudaraan di tengah keberagaman. Dengan memahami nilai-nilai kebangsaan, masyarakat diharapkan mampu menjaga harmoni sosial serta mencegah munculnya potensi konflik yang dapat mengganggu persatuan. 

Dalam menjalankan tugasnya, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bantul terus berupaya mendekatkan diri kepada seluruh komponen masyarakat melalui berbagai forum di bawah naungan BaKesbangpol Kabupaten Bantul.  Forum-forum tersebut menjadi ruang komunikasi, edukasi, silaturahmi, serta pendampingan masyarakat guna memperkuat ketahanan sosial dan membangun kebersamaan di tengah masyarakat "Kita semua tentu menginginkan kehidupan yang nyaman, tenteram, dan damai di Kabupaten Bantul. Jangan sampai perbedaan yang ada justru menjadi penyebab munculnya perpecahan maupun konflik sosial. Karena sejatinya, perbedaan adalah takdir yang diberikan kepada kita semua." tegasnya. Apabila dipandang dari sisi positif, perbedaan akan menjadi kekuatan, kekayaan, dan nilai indah dalam kehidupan bermasyarakat. Namun apabila disikapi dengan cara yang salah, perbedaan dapat menimbulkan gesekan dan perpecahan.  Oleh karena itu, mari bersama menjaga persaudaraan, memperkuat toleransi, serta merawat semangat kebhinekaan demi terwujudnya Kabupaten Bantul yang aman, harmonis, dan sejahtera.

Muhammad David, S.Pt. ( Anggota DPRD Kabupaten Bantul Fraksi PKS ), menyampaikan pentingnya penguatan ideologi Pancasila sebagai pondasi utama dalam menjaga persatuan, kesatuan, serta kondusivitas kehidupan masyarakat di Kabupaten Bantul.  Kegiatan ini menjadi bentuk sinergi antara DPRD Kabupaten Bantul bersama BaKesbangpol Kabupaten Bantul dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai kebangsaan, toleransi, gotong royong, serta semangat menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.  Dalam penyampaiannya, Anggota DPRD Kabupaten menekankan bahwa tantangan kehidupan sosial saat ini semakin kompleks, sehingga diperlukan penguatan wawasan kebangsaan dan pemahaman terhadap ideologi Pancasila agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh paham yang dapat memecah belah persatuan bangsa.

Melalui kegiatan penguatan ideologi Pancasila ini, diharapkan masyarakat mampu mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam lingkungan keluarga, pendidikan, masyarakat, maupun kehidupan bermedia sosial. Perbedaan yang ada di tengah masyarakat harus dipandang sebagai kekuatan untuk mempererat persaudaraan, bukan menjadi sumber konflik dan perpecahan. Kolaborasi antara DPRD Kabupaten Bantul dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bantul juga menjadi langkah nyata dalam memperkuat komunikasi dengan masyarakat melalui berbagai forum pembinaan kebangsaan, sehingga tercipta Kabupaten Bantul yang aman, damai, harmonis, serta memiliki ketahanan ideologi yang kuat.

Labbaika Nugroho, S.STP., M.M ( Kepala BaKesbangpol Kabupaten Magelang), menyampaikan bahwa Pancasila merupakan dasar dan pedoman utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang harus terus dijaga, dipahami, serta diamalkan oleh seluruh masyarakat sebagai pondasi dalam menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila bukan hanya menjadi simbol negara, tetapi juga harus hadir dalam sikap, perilaku, dan kehidupan sehari-hari masyarakat. Di tengah perkembangan zaman dan derasnya arus informasi saat ini, penguatan ideologi Pancasila menjadi semakin penting. Masyarakat perlu memiliki pemahaman yang kuat terhadap nilai-nilai kebangsaan agar tidak mudah terpengaruh oleh paham-paham yang bertentangan dengan semangat persatuan, toleransi, dan kebhinekaan. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat akan mampu menjadi bagian dari penjaga harmoni dan persaudaraan di tengah keberagaman.

Menjaga kondusivitas wilayah juga merupakan tanggung jawab bersama. Keamanan, ketenteraman, dan keharmonisan masyarakat tidak dapat terwujud tanpa adanya kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, dan seluruh elemen masyarakat. Semangat gotong royong serta kepedulian sosial menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan harmonis. Melalui kegiatan penguatan ideologi Pancasila ini, masyarakat diajak untuk terus menanamkan nilai toleransi, saling menghormati, menjaga persaudaraan, serta menjadikan keberagaman sebagai kekuatan bangsa. Perbedaan yang ada di tengah masyarakat hendaknya dipandang sebagai kekayaan dan perekat persatuan, bukan menjadi penyebab munculnya konflik maupun perpecahan sosial. 

 Diharapkan seluruh peserta kegiatan ini dapat menjadi pelopor dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan masing-masing, baik dalam keluarga, masyarakat, sekolah, organisasi, maupun media sosial.   Selain itu, peserta juga diharapkan mampu menjadi agen persatuan, penjaga kerukunan, serta penggerak terciptanya kehidupan masyarakat yang aman, damai, harmonis, dan penuh semangat kebangsaan.

Selama kegiatan berlangsung dalam kondisi aman dan lancar